Sate dan Sop Kambing Tusias - Pertigaan Pengasinan Jln. Pramuka Rawalumbu Bekasi

Usaha Kuliner Sate Kolaborasi Usaha Bengkel Motor Tusias

Bekasi, kelanakuliner.com
Pertigaan Pengasinan Pondok Hijau dan Narogong serta Rawalumbu dulu adalah daerah sepi kini menjadi daerah macet lahan usaha para tukang parkir dadakan. Keadaan jalan yang dalam proses perbaikan dan dikerjakan oleh kontraktor dengan biaya dari pemerintah daerah Kota Bekasi ini memang masih sering macet, namun rupanya menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang di are tersebut. Sebutlah seorang pengusaha bengkel Tusias Motor yang cerdik mengamati lokasi strategis dan membawa hoki ini untuk menjadikannya sebagai tempat usaha kuliner di samping usaha bengkelnya itu. Usaha Sate dan Sop Kambing Tusias yang diserahkan ke anaknya tersebut ternyata kini memiliki banyak pelanggan dan salah satu penyebabnya adalah lokasi yang benar-benar sangat menguntungkan di pertigaan Pengasinan Pondok Hijau Rawalumbu.

Sang putri pengelola bengkel yang bernama Lusi bersuamikan Julianto ini kebetulan sekali suka pekerjaan masak memasak. Sop Kambing Tusias olahnnya memang begitu harum tercium saat saya menemuinya di gerai Sate dan Sop Kambing Tusias. Sebelum saya sadar dan tahu siapa dia, saya sempat berbincang-bincang dengan orangtuanya yang tidak saja mengelola usaha bengkel, tapi juga usaha multilevel marketing yang sedang dirintisnya baru. Setelah sedikit ngobrol dengan orangtuanya, saya agak terganggu dengan bau harum dari sop kambing Tusias.

Sambil mengamati Lusi, ibu dari Kevin usia 3 tahun ini membantu anak buahnya melayani pelanggan, saya pun berfikir mungkin inilah sebenarnya karakter wirausaha Lusi yang mau turun langsung menangani pelanggan. Kesibukannya mengipasi daging sate sepertinya menghilangkan perhatiannya sehingga tak sadar saya sudah nyaris 30 menit menunggunya untuk wawancara.

Setelah selesai melayani pelangganya, akhirnya dia baru bisa menerima saya, dan beberapa menit saya jelaskan niat saya untuk mempromosikan usahanya di blogs kelanakuliner.com. Tak berapa lama setelah wawancara, suaminya, Julianto datang bersama sang putra kecilnya, Kevin dan semakin yakin saya kalau saya pernah bertemu dengan keduanya di bengkel motor, karena motor tua Honda CB 125 saya direparasi di bengkelnya. Satu kebetulan yang menyenangkan, setidaknya saya bisa mendapatkan diskon untuk servis dan reparasi motornya sambil tukeran dengan iklan usaha kuliner mereka.
Kembali ke laptop.... Sate Kambing Tusias yang saya kenal betul wanginya memang agak berbeda dari sajian sate kambing lainnya. Wangi satenya begitu kuat dan sop kambingnya begitu harum, sehingga pertigaan yang sering macet itu setidaknya pastilah mencium wangi harum sop kambing Tusias (untung saja bau harum dan wangi tidak dikenakan pajak atau pungutan biaya... hehehehe!). Sepertinya pertigaan Pengasinan itu benar-benar dibikin jadi tempat macet yang menyenangkan. Setujukah Anda?

Lusi, wanita kelahiran Jakarta 1981 ini menjelaskan usaha kulinernya ini sebenarnya karena orangtuanya yang membuka usaha serupa di Cibubur, dan tampaknya dia ingin belajar dari kesuksesan mereka. Sedangkan suaminya, Julianto, lelaki kelahiran Jakarta tahun 1980 mengelola usaha bengkel mereka.Kalau di siang harinya Julianto lebih sering di bengkel, maka sang istri Lusi kerap di warung sate dan sop kambingnya pada malam hari dan tak jarang mereka makan malam bersama di sana. (Wah enak juga ya, kalau makan malam bersama keluarga nggak perlu belanja atau jajan di lain tempat, cukup berkunjung ke warung sendiri, malah dapat duit setoran lagi... Inilah untungnya orang berwirausaha).

Bila ya dan Anda tertarik ingin mencicipi gurihnya serta lunaknya sate kambing Tusias dan harumnya sop kambing Tusias langsung saja meluncur ke lokasi macetnya pertigaaan Pengasinan, Rawalumbu, Pondok Hijau atau bisa juga telpon dengan Lusi untuk reservasi di nomor esianya (021) 9194.1802
.
Sidik Rizal@kelanakuliner.blogspot.com

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama