Ikan Bakar Bamboe Kuning Duren Jaya

UNIKNYA KELEZATAN SINGKONG THAILAND (plus sambal terasi??)
Serbu Gurihnya Ayam Pandan & Sapi Kari Hijau

Banner depan nan sederhana
Bekasi - kulinerkuliner.com
Kalau urusan mencari makanan unik, memang saya selalu suka mengejarnya. Apalagi kalau itu datangnya dari resep masakan luar negeri. Ketika mengunjungi satu tempat makan seafood di kawasan Bekasi Timur, ada satu tempat yang bernama Ikan Bakar Bamboe Kuning yang menawarkan beberapa menu unik dari negeri jiran, Thailand. Wah kedengarannya bakalan menjadi petualangan kuliner baru neh, pikir saya.

Singkong Thailand yang seksi banget
Kota Bekasi memang termasuk kota yang mempunyai wisata kuliner terlengkap yang datang dari banyak daerah dan bahkan juga dari manca negara. Saat di tempat ini saya tahu mempunyai beberapa sajian dari negeri Gajah Putih, Thailand, maka saya pun ingin mencoba menu apa saja yang ada dan masih halal bisa dimakan kaum muslim.


Pernah mencoba Singkong Thailand? Sejatinya sajian ini mirip dengan Kolak Singkong, namun tidak menggunakan santan dan gula merah semata. Singkong Thailand yang dimasak dengan rebusan dan dicampur pewarna pasta kuning, kemudian dituang cairan kental putih yang terbuat dari tepung hungkwe serta santan dan tentunya sedikit wangi vanilla membuat selera bangkit seketika saat mencium aromanya.

Sebagai appetizer, Singkong Thailand memang cukup berhasil menggugah rasa lapar dan menerbitkan rasa gurih di rongga mulut saya. Hmmm.... menu apa yang bisa saya santap di rumah makan serba laut ini. Resto Ikan Bakar Bamboe Kuning (aneh ya, kok dua bunyi huruf "U"nya ditulis dengan dua simbol, satu "oe" dan satu lagi "u"... kira-kira apa yah artinya?) termasuk besar dalam ukuran ruangan. Dengan kapasitas sedikitnya ada 15 meja dengan 60 kursi ini, rumah makan sederhana ini buka dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam.

Chef Tayyen... hehehe gambarnya penyok gara-gara dia gerak mulu
Resto yang dikelola oleh Chef Tayyen ini memang sangat bernuansa masakan serba Thailand. Jelas saja beberapa masakannya adalah menu khas Thailand, karena sang penguasa dapur, Chef Tayyen, pernah bekerja di resto Thailand di bilangan Jakarta selama puluhan tahun.

Meskipun namanya agak unik terdengar, tapi jangan salah, bila pak Tayyen bukanlah orang Thailand, melainkan orang Indonesia asli. Lelaki yang juga aktif di klenteng terbesar di kota Bekasi sebagai pengurus bagian konsumsi ini, sudah lama sekali berkeinginan membuka rumah makan yang bernuansa sajian khas Thailand.

Singkong Thailand
Beruntungnya Tayyen yang sudah dari kecil tinggal di Bekasi ini, selalu mendapat kemudahan untuk bekerja di beberapa restoran khas Thailand. Bahkan pernah satu masa saat kerusuhan zaman presiden Suharto berakhir, restonya hanya dijaga olehnya dan ia sempat didatangi oleh bagian keimigrasian, karena diduga dirinya adalah pendatang gelap dari Thailand karena namanya yang mirip nama orang dari negara olahraga Thai Boxing itu. Setelah dia menujukkan KTP asli Bekasi, barulah petugas bagian keimigrasian percaya, bahwa Tayyen adalah WNI.

Daging Sapi Kari Hijau
Selesai bekerja pada perusahaan asing, Tayyen muda memang dulu sangat berkeinginan membuka restoran khas Thailand di kota kelahirannya Bekasi. Setelah mendapatkan tawaran kerja sama dari kakak iparnya (suami dari kakak perempuannya) untuk membuka rumah makan olahan serba seafood, maka bangkitlah kembali semangatnya untuk buka sajian khas Thailand.

"Itulah sebabnya saya mencoba bermain di makanan populer berbahan baku ayam dan daging sapi namun biar unik dan tampil beda, saya mencoba menyajikannya khas resep Thailand," papar Tayyen yang membawahi sedikitnya 5 orang koki dan asisten di Ikan Bakar Bamboe Kuning.

Ayam Pandan yang muantabbbbsss!
"Jadi setiap pengunjung rumah makan kami nggak selalu harus bisa menikmati aneka seafood ataupun ikan bakar saja, tapi mereka bisa juga mencoba menu masakan ayam khas Thailand kami, Ayam Pandan dan masakan daging sapi khas Thailand juga, yakni Sapi Kari Hijau," imbuh Chef Tayyen.

Mendengar nama menu masakan itu disebut oleh Mr Tayyen saja sudah bikin air liur terbit. Ayam Pandan dan Sapi Kari Hijau, hmmmm sebuah nama yang cukup bisa mengundang selera.

Tentunya jika Anda tertarik untuk mencoba menu baru bagi orang Bekasi dari negara Pagoda, silakan saja berkunjung ke resto Ikan Bakar Bamboe Kuning. Hmmm dijamin lidah Anda mendapatkan sensasi masakan khas Thailand yang disesuaikan dengan bumbu-bumbu halal Bekasi. Mau mencobanya?

Sidik Rizal, bekasi-online.com

Blogwalking ke food blogger...kepincut sama resepnya http://dapurnyaarta.blogspot.com, SINGKONG THAILAND...

Saya si biasanya beli ni singkong thailand, rasa singkong yang manis trus empuk dipadu sama gurihnya santan,widihhh enaaaaak banget...palagi dimakan dingin2 abis dari kulkas...Jadilah bertekad habis pulang kerja buat resep ini...
Makasi ya mba da share resepnya...saya copas aja yaa..

Idenya dari Tabloid Saji, ini resepnya :

Singkong Thailand
(Tabloid Saji, edisi 101/th.IV/27 juni – 10 juli 2007)

Bahan :3 kg singkong, dibuang kulit dan dipotong-potong tebal 11/2 cm (jadi kurleb 2 kg)
1 sdm garam5 lbr daun pandan (aku tambahin 5 lbr daun jeruk). 3,5 ltr air
500 gr gula pasir atau sesuai selera

Bahan Saus :1 ltr santan kental dari 2 butir kelapa
2 sdt garam atau sesuai selera
5 lbr daun pandan
30 gr tepung sagu dan 150 ml air, dilarutkan utk pengental
(aku pake tepung beras)50 gr wijen untuk taburan, disangrai. (aku gak pake)
Cara Membuat :1. Rebus singkong, garam, daun pandan dalam 3,5 ltr air sampai matang dan empuk
2. Tambahkan gula pasir. Masak sambil diaduk sampai mengental.
3. Saus : Rebus santan kental, garam, dan daun pandan sambil diaduk sampai mendidih.
4. Kentalkan dengan larutan tepung sagu. Masak sampai meletup-letup
5. Sajikan singkong dengan saus dan taburan wijen sangrai.

Hasil : 30 buah

Tips
Jangan memasukkan gula pasir jika singkong belum empuk karena akan membuat singkong susah untuk empuk.


Notes dari saya :
- Tambahin beberapa lembar lagi daun pandan dan daun jeruk saat merebus singkong (sarannya mba arta bagus 
   banget deh)...wanginya bener2 menggugah selera. Apalagi pakai daun jeruk segar, dipetik langsung dari pohon 
   (saya minta dari tetangga daunnya,hehhe)
- Harap bersabar saat merebus singkong sehingga bisa menjadi matang dan empuk, memang agak lama tapi hasilnya
  gak ngecewain
- Meskipun awalnya kelihatan banyak singkongnya, tapi, setelah menjadi matang dan empuk, jumlahnya menjadi
  semakin menyusut karena ada yang hancur dan ada yang menjadi bubur singkong but it's ok, wong enak kok

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama